Lahirkan Pemimpin Muda Berintegritas, Musyran PR IPM SMP Muhammadiyah 30 Jakarta Periode 2026/2027 Berlangsung Inspiratif dan Demokratis
Jakarta – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 30 Jakarta sukses menyelenggarakan Musyawarah Ranting (Musyran) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan pelajar untuk periode jabatan 2026/2027.
Mengusung tema “Musyawarah sebagai Wadah Regenerasi Kepemimpinan yang Berintegritas dan Visioner di Tengah Tantangan Zaman & di Era Modern”, Musyran berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMP Muhammadiyah 30 Jakarta Ibu Sofinatun, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cakung Bapak Mohammad Rois, Pembina Kesiswaan Bapak Ferry Irawan, dewan guru Bapak Hafiz Avisiena dan Bapak Rahmad Suryadi, serta perwakilan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Duren Sawit (PC IPM Duren Sawit), Kak Irfan, perwakilan PR IPM SMA Muhammadiyah 23 dan PR IPM SMP Muhammadiyah 50.
Rangkaian kegiatan meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, sidang komisi, serta pemilihan formatur inti. Setelah melalui proses musyawarah dan pemilihan yang demokratis, terpilih tiga formatur inti, yaitu Aliyah, Tristan, dan Ziyad. Berdasarkan hasil musyawarah formatur, Ananda Tristan ditetapkan sebagai Ketua Umum PR IPM SMP Muhammadiyah 30 Jakarta periode 2026/2027.
Dalam pesannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan komitmen. Ia mengingatkan seluruh Ipmawan dan Ipmawati agar menjadikan jabatan bukan sebagai simbol kebanggaan, melainkan sebagai sarana belajar dan berkontribusi.
“Kepemimpinan di IPM adalah proses pembentukan karakter. Apa yang kalian latih hari ini akan berdampak besar bagi masa depan diri kalian, bahkan bagi bangsa. Jalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas,” pesannya.
Pembina IPM, Ferry Irawan, turut menyampaikan pesan penting terkait sikap dalam berorganisasi. Ia menekankan bahwa dalam menjalankan roda organisasi tidak boleh ada sikap egois dan mementingkan diri sendiri.
“Organisasi adalah tentang kebersamaan. Tidak boleh ada ego sektoral atau kepentingan pribadi. Kepentingan bersama harus selalu diutamakan. Jika semua saling mendukung dan bekerja sama, maka program IPM akan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PCM Cakung, Bapak Mohammad Rois, memberikan penekanan pada proses demokrasi dalam memilih pemimpin. Ia mengingatkan bahwa memilih pemimpin harus berdasarkan kompetensi, kapasitas, dan integritas, bukan karena faktor kedekatan atau pertemanan.
“Pemimpin dipilih karena kemampuan dan tanggung jawabnya, bukan karena siapa yang paling dekat. Dengan memilih berdasarkan kompetensi, organisasi akan kuat dan mampu membawa perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, kepengurusan PR IPM periode 2026/2027 diharapkan mampu membawa organisasi semakin progresif, solid, dan memberikan dampak positif bagi sekolah serta lingkungan sekitar. Musyran ini menjadi bukti bahwa budaya kaderisasi dan kepemimpinan yang sehat terus tumbuh di SMP Muhammadiyah 30 Jakarta.
SMP MUHAMMADIYAH 30